TUHAN MEMULIHKAN KELUARGA KITA

Bacaan: YEHEZKIEL 34: 16

โ€œYang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana mestinya.โ€

Bukan perkara mudah untuk bisa menyembuhkan dan memulihkan luka-luka batin yang terjadi baik di tengah keluarga maupun jemaat. Dibutuhkan kerendahan hati, kerelaan untuk saling mengampuni, dan ketulusan dalam melayani. Oleh karena itu mari kita belajar bagaimana Tuhan memulihkan umat-Nya termasuk memulihkan keluarga.

  1. Mencari dan menemukan yang hilang. Ini artinya setiap pribadi sangat berharga di mata Tuhan. Apakah di tengah jemaat dan keluarga, kita juga akan mencari jemaat atau anggota keluarga yang “terhilang” akibat luka batin yang dialaminya? Atau justru kita membiarkan mereka terhilang selamanya?
  2. Membawa pulang yang tersesat. Kesesatan bisa dialami siapapun. Namun Tuhan dengan penuh kasih akan membawa pulang dan menuntun kepada kebenaran. Bagaimana dengan kita? Akankah umat dan anggota keluarga yang tersesat dan mengambil jalan yang salah kita biarkan?
  3. Membalut yang luka. Luka fisik mudah mengobati, namun luka batin tidak semudah yang dibayangkan. Tuhan ternyata tidak hanya menyembuhkan luka fisik, tetapi juga luka batin. Apakah kita juga demikian?
  4. Menguatkan yang sakit. Orang yang menderita sakit, pasti mengalami kondisi yang lemah, baik fisik, pikiran, perasaan dan hatinya. Tuhan menguatkan umat-Nya melalui penyertaan dan pertolongan-Nya. Apakah itu sudah kita lakukan?
  5. Melindungi yang kuat, agar mereka mampu tetap bertahan dan tidak menjadi lemah karena berbagai pergumulan.
  6. Menggembalakan sebagaimana mestinya. Tuhan tidak pernah pilih kasih. Sekalipun umat pilihan jika mereka berdosa akan ditegur dan digembalakan, namun memberkati mereka yang taat kepada Tuhan. Apakah perlakuan kita terhadap jemaat dan anggota keluarga sudah melakukan hal demikian, atau pilih kasih?

Mari merefleksi diri dengan jujur. Tak perlu menuding kekurangan dan kelemahan serta kesalahan orang lain.

* Yang hilang akan kucari, atau yang hilang aku tak peduli?
* Yang tersesat akan kubawa pulang, atau yang tersesat akan kutendang?
* Yang luka akan kubalut, atau yabg luka semakin tersudut?
* Yang sakit akan kukuatkan, atau yang sakit akan kuhancurkan?
* Yang gemuk dan kuat akan kulindungi, atau yang gemuk dan kuat akan kusaingi?

Selamat menjalani pemulihan. Tuhan sudah memulihkan kita, maka jadilan pribadi yang mampu membawa pemulihan bagi keluarga! Amin, Tuhan Yesus memberkati keluarga kita ๐Ÿ™.

~Lukas Istiadi