TUHAN BERKUASA ATAS HIDUP KITA

Bacaan: YOHANES 11: 1–44

Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”(Yoh 11: 21)

Kehidupan ini memang penuh misteri. Tidak ada seorang pun yang akan tahu kapan kehidupannya berakhir. Ada yang mati ketika masih dalam kandungan, ada yang meninggal pada saat usia belia, ada pula yang meninggal ketika usia lanjut. Penyebab kematian pun sangat beraneka, ada yang karena kecelakaan, sakit penyakit, pembunuhan dan lain sebagainya. Apapun itu, yang jelas kematian membuat hati kita menjadi sangat sedih dan menderita.
Begitu pun kematian Lazarus membuat hati Marta dan Maria saudaranya sangat sedih. Lazarus menderita sakit dan mengakibatkan kematiannya. Lazarus adalah sahabat Yesus yang sangat dikasihi-Nya (Yoh.11:3). Namun ketika mendengar kabar dari Marta dan Maria akan kematian Lazarus, Yesus tidak langsung ke rumah Lazarus tetapi justru sengaja tinggal 2 hari di mana Ia berada. Padahal Marta dan Maria sangat berharap Yesus mau datang, berbelarasa atau melakukan tindakan untuk menolong Lazarus. Maka ketika Yesus datang, baik Marta maupun Maria mengatakan : “Tuhan sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” (Yoh.21, 32). Pernyataan Maria dan Marta tersebut seolah menyalahkan Yesus karena tidak peduli akan pergumulan keluarganya terlebih penderitaan Lazarus sahabat yang Ia kasihi. Maria dan Marta sangat berharap Yesus segera dan secepat mungkin menolong penderitaan mereka bertiga. Namun hingga 2 hari Yesus tidak datang dan Lazarus pun akhirnya dikuburkan. Tentu ada rasa kecewa, marah, dan sedih yang dirasakan oleh Marta dan Maria.
Tampaknya apa yang dialami dan dirasakan Maria dan Marta saat ini juga banyak dirasakan oleh banyak orang. Kekhawatiran, kegelisahan, kecemasan sedang melanda jutaan bahkan milyaran orang karena virus Corona atau Covid 19. Terlebih bagi mereka yang anggotanya ada yang positif terpapar virus Corona tersebut.
Pengalaman Marta dan Maria bisa saja terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Ketika ada orang yang kita kasihi sakit atau menderita, maka kita maunya Tuhan segera bertindak sekarang juga untuk menolongnya. Kita tidak mau penderitaan semakin berkepanjangan. Pokoknya detik ini Tuhan harus menolong! Itulah yang ada di benak kita.
Saudaraku, benarkah Yesus saat itu acuh dan cuek tidak peduli dengan penderitaan Lazarus maupun kesedihan Marta dan Maria? Ternyata tidak. Jika Ia menunda tidak segera datang ke rumah Lazarus, karena Yesus punya tujuan, yaitu supaya para murid belajar untuk percaya akan kuasaNya (Yoh.11:15). Sekalipun sudah 4 hari Lazarus dikuburkan, Yesus sanggup membangkitkan dan menghidupkannya kembali. Untuk itu ia menegaskan kepada Marta, Maria dan para murid-Nya: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya” (Yoh.11:25-26).
Saudara terkasih, dalam situasi seperti sekarang ini, yang Tuhan Yesus mau adalah percaya penuh akan kuasa-Nya. Jika Ia sanggup membangkitkan orang mati, maka Yesus pun sanggup membangkitkan semangat kita, ekonomi kita, keluarga kita. Ia berkuasa atas hidup kita. Tak ada sakit penyakit yang tak bisa Ia sembuhkan. Tak ada penderitaan yang tak sanggup Ia lepaskan. Tuhan menantang para murid dan kita dengan pertanyaan : “PERCAYAKAH ENGKAU AKAN HAL INI?” (Yoh.11:26). Bagaimana respon saudara? Mari percaya kepada-Nya maka mujizat Tuhan akan terjadi atas hidup kita! Amin. Tuhan Yesus memberkati. ~Luk