TOPENG

YESAYA 58: 1 – 9a
Mematut diri, menjalani hidup seutuhnya
dalam kesatuan pikir, hati, dan rasa, serta aksi nyata.


Adakah yang belum pernah melihat topeng? Topeng adalah bentuk atau gambaran diri, bisa seseorang atau kita sendiri, dan begitu banyak jenis topeng yang ada. Bagi saya, sangat menarik sekali saat mengamatinya, seolah seperti sedang melihat diri secara pribadi, bagaikan cermin diri. Menarik karena ada dalam keberagaman rupa. Masing-masing mencerita…. Rupa…. Reka…. Dan bahkan daya manusia.
Topeng, dalam kurang dan lebihnya, menjadi gambaran rupa diri. Namun ingat…. Janganlah mematut diri hanya bagai topeng. Maknai kesejatian hidup dan patutlah diri, hiasi dengan cinta dan tulus hati dalam bingkai kasih dan kejujuran. Miliki muka yang sejati, yang otentik, utuh dan menyatu dari pikir, hati, dan aksi. Wujudkan ritual dalam aksi hidup yang nyata.
Kalau pada saat ini kita sedang beritual dalam bahasa simbol puasa memasuki Masa Paska, maka mari berpuasa dalam kesadaran yang utuh. Melatih diri secara disiplin, mengelola hidup untuk lebih baik, lebih peka dalam berelasi secara pribadi maupun sosial sebagai hasil dari perjumpaan dengan Tuhan dalam doa dan bakti diri padaNya. Amin.~EW