TIDAK ADA KEMENANGAN TANPA BERPERANG

Bacaan: 1 SAM 17: 40 – 50

“Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;” (1 Sam 17: 48)

Sekarang ini adalah masa-masa sukar, karena itu milikilah kesiapan untuk menghadapi tantangan, hambatan, kesulitan dan musuh-musuh yang siap menghadang langkah kita. Tidak perlu kecut dan tawar hati, sebab ada jaminan penyertaan dari Tuhan bagi kita. Yang harus selalu kita ingat adalah bahwa tidak ada kemanangan tanpa peperangan. Punya tekad dan keberanian untuk berperang melawan musuh, itulah awal dari sebuah kemenangan. Banyak orang memiliki impian besar dan berkemenangan dalam hidupnya, tetapi mereka tak mau membayar harga, tidak mau menyalibkan kedagingan, takut berperang melawan musuh, takut menghadapi tantan  gan, karena itu hidupnya begitu-begitu saja dan kehidupan rohaninya pun jalan di tempat, tetap saja kerdil.

Daud, ketika orang-orang Israel takut dan gentar menghadapi Goliat, ia justru memilih untuk berlari ke barisan musuh (ayat nats). Mengapa Daud punya keberanian untuk maju bertempur, sementara barisan Israel memilih kabur? Karena ia tahu bahwa ada Tuhan yang turut beserta: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam,” (1 Samuel 17: 45). Kalau tidak maju berperang tidak akan pernah ada kemenangan, karena itu Daud tidak mau terprovokasi oleh perkataan musuh yang melemahkan. Jadi, kemenangan hanya akan terjadi jika kita mau bergerak maju dan masuk ke medan peperangan: Berani keluar dari zona nyaman, kalahkan ketakutan, dan hadapi lawan.

Keberanian Daud menemui Goliat (raksasa Filistin) itu bukanlah suatu tindakan nekad tanpa dasar, tetapi dilandasi oleh imannya kepada Tuhan yang hidup dan berkuasa: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” (1 Samuel 17: 37). Hal itulah yang mendorong Daud untuk maju menghadapi lawan, maka Goliat atau raksasa persoalanlah yang akan memenggal dan mematahkan segala kerinduan dan impian hidup kita. Ingat, iman selalu bekerja sama dengan perbuatan (Yakobus 2: 22).

Sahabat, tindakan yang didasarkan kepada iman yang benar menghasilkan kemenangan. Iman yang benar adalah iman yang mempercayakan seluruh kehidupan kepada Tuhan dan mengijinkan Tuhan bertindak sesuai dengan kuasa-Nya. “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau (Ulangan 31: 6). Selamat beraktivitas, jaga kesehatan, dan tetap semangat. God Bless You. ~DH