TANGGUNG JAWAB ORANG BERIMAN SEBAGAI WARGA NEGARA

Bacaan: MIKHA 3: 1 – 12

Minggu ini kita telah memasuki akhir bulan Agustus. Dalam bulan ini sinode GKJ menetapkan bulan ini sebagai Bulan Kebangsaan dan tema besarnya selama bulan ini adalah “Menjadi Anak Bangsa yang Semakin Dewasa”. Hal ini ingin mengingatkan kepada kita sebagai warga yang mempunyai dua kewarganegaraan yaitu warga kerajaan sorga dan warga negara Indonesia tanggung jawab dan peran kita sebagai anggota dari kewargaan tersebut.

Bacaan kita minggu ini kembali mengingatkan kita tentang apa yang harus kita lakukan sebagai warga yang mempunyai dwi kewarnegaraan tersebut. Menjadi anak bangsa yang semakin dewasa artinya kita harus berperan aktif dan turut serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Turut menciptakan kesejahteraan dan keadilan sesuai dengan fungsi dan peran kita masing-masing.

Dalam bacaan Mikha 3:1-12, di sini kita diingatkan bahwa justru pelaku ketidakadilan dan penindas itu justru berasal dari orang-orang yang punya power, kekuasaan, para pemimpin, para ahli agama atau pemimpin rohani, hamba Tuhan, bahkan sesama yang menindas saudaranya yang lemah. Orang yang kaya dan berkuasa mendapatkan kekayaan dari hasil pemerasan dan penindasan terhadap sesamanya yang lemah. Dan hal ini dilakukan bersama-sama dengan para pemuka agama. Para pemimpin dan ahli hukum membelokkan hukum untuk mendapatkan keuntungan. Bahkan saking parahnya bagaimana hukum dan keadilan dipermainkan digambarkan dengan kalimat: “mereka memakan daging bangsaku, mengupas kulit dari tubuhnya, mereka meremukkan tulang-tulangnya. Sudah tidak ada lagi yang tersisa bagi orang kecil dan tertindas.”

Sumber ketidakadilan dan penyesatan itu juga berasal dari para pemimpin umat, pemuka agama. Nabi Mikha dengan jelas menyebutkan disini, Beginilah firman Tuhan terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang.

Dari bacaan diatas mengingatkan kepada kita semua seperti apakah panggilan dan peran kita sebagai orang beriman dalam kehidupan berbangsa, bernegara, bergereja, kalau kita masih seperti yang digambarkan oleh nabi Mikha dalam bacaan ini maka marilah kita segera minta pengampunan dan bertobat sebelum terlambat, seperti yang dibuatkan Mikha: Sebab itu oleh karena kamu maka Sion akan dibajak seperti ladang, dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing, dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.

SELAMAT BERPROSES MENJADI ANAK BANGSA YANG SEMAKIN DEWASA, MENJADI DUTA-DUTA KRISTUS YANG DAPAT DIBACA DAN DILIHAT ORANG TUHAN YESUS MEMBERKATI.

~SRL