TAK KURANG KUASA

Bacaan: BILANGAN 11: 4–23

“Tetapi TUHAN menjawab Musa: “Masakan kuasa TUHAN akan kurang untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!” (Bilangan 11: 23)

Salah satu kisah yang sering diceritakan orang tua saya tentang masa kecilnya adalah kesederhanaan mereka dalam hal makan. Daging merupakan makanan yang jarang ditemui. Penghasilan eyang yang pas-pasan membuat daging tak terbeli. Solusinya, eyang memotong ayam piaraannya untuk dimasak supaya bisa sesekali makan daging.

Umat Israel merengek minta daging. Mereka bosan makan manna. Allah pun menjanjikan daging selama sebulan bagi bangsa itu. Alih-alih membuat Musa tersenyum bahagia, janji Allah dipandang rendah olehnya. Musa ragu. Ia menyangsikan janji Allah. Orientasi Musa tertuju pada ternak yang mereka miliki dan ikan yang ada di laut. Seandainya segala ternak yang ada pada mereka disembelih dan seluruh ikan di laut mereka tangkap pun rasanya belum cukup untuk memenuhi keutuhan akan daging bagi bangsa yang berjumlah enam ratus ribu orang itu. Karena itu Musa menganggap mustahil memberi makan daging bagi bangsa Israel (ay. 21). Di luar dugaan, Allah menggenapi janjiNya tanpa mengurangi kekayaan ternak bangsa itu seekor pun dengan mendatangkan burung puyuh.

Mengaku dengan lidah bahwa Allah Mahakuasa itu mudah. Membuktikan rasa percaya (iman) melalui praktik kehidupan sehari-hari itu yang sulit. Mengandalkan kemampuan diri sebagai solusi selalu terlihat lebih masuk akal dibandingkan menuruti kehendak dan ketetapan Tuhan. Namun menyadari keterbatasan kita yang tak mungkin menyelami cara kerja Allah dengan kuasaNya yang Mahabesar, rasanya tak pantas kita meragukanNya!                 ~EBL

SIAPAKAH MANUSIA SEHINGGA MERASA MAMPU MENYELAMI JALAN TUHAN?
Sumber: http://www.renunganharian.net/2020/137-desember/3522-tak-kurang-kuasa.html