SAYUR KUBIS JATUH HARGA

HABAKUK 3: 19
“Allah Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.”

Judul lagu Kidung Jemaat No. 333 itu mungkin terilhami dari Habakuk 3: 17, dan liriknya disesuaikan dengan “kearifan lokal” Indonesia karena kenyataannya beberapa waktu yang lalu, harga cabe dan daging ayam jatuh. Mungkin lebih tepatnya terjun bebas. Cabe cuma dihargai Rp 5.000,-/kg oleh tengkulak. Ini sangat bikin petani cabe “huhah-huhah. Bahkan ada peternak ayam yang membagi-bagikan ayam secara gratis karena saking murahnya, sedangkan harga pakan tinggi dan itu bikin peternak ayam tidak bisa “kukuruyuk” waktu itu.

Yesaya 57: 16 mengatakan “supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan.” Kita harus percaya bahwa kita tidak akan jatuh karena Tuhan akan menopang kita. Nabi Habakuk, yang hidup sejaman dengan Nabi Yeremia ini, mengajarkan kita nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan pemahaman akan makna penderitaan tanpa kehilangan optimisme hidup. Ayat kunci dari Kitab Habakuk adalah “orang benar akan hidup oleh percayanya.”

Di tengah pandemik saat ini tidak ada physical distancing bagi Tuhan. Tuhan tidak akan melakukan jaga jarak dengan kita. Dia akan tetap menggandeng kita, merangkul kita, bahkan menggendong kita ketika kita kabotan momotan. Di masa-masa sulit ini dunia tidak akan kekurangan orang baik. Tuhan menggerakkan hati teman-teman kita, tetangga-tetangga kita, lingkungan kita untuk menolong kita. Dan kita pun tak jarang dipakai untuk menjadi saluran berkat juga bagi orang lain. Yakinlah bahwa kehidupan ini indah. Tuhan Yesus memberkati. ~EPM