RESEPSI DI KANA

Bacaan: YOHANES 2: 5

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

 Hari itu sang manten senyam-senyum penuh kebahagiaan dan tidak tahu sama sekali kalau orang-orang di dapur sedang mbingungi karena anggurnya habis. Maria yang ikut panik saat itu, tiba-tiba merasa aman ketika melihat Yesus yang lagi selo bersama murid-murid-Nya. Maria mendatangi Yesus dan berkata dengan santai, “Mereka kehabisan anggur.” Kata-kata Maria yang ujug-ujug mak bedunduk itu sebenarnya tidak menyenangkan Yesus. Kalau orang lain mungkin akan berkata, “Ha njut ngopo? Opo hubungane ro aku?” Dan walaupun Yesus menjawab “Saat-Ku belum tiba”, Maria pun tetap pede abis kalau Yesus pasti akan melaksanakan permintaannya. Terbukti setelah itu ia berkata kepada para nelayan untuk menuruti apapun kata-kata Yesus. Para pelayan itu ndilalah-ya tidak suudzon, “Gimana sih Orang ini, mosok tamu undangan cuma disuguhi air putih. Apa kata dunia??!” Mereka tidak berpikiran neko-neko dan menjalankan tugas itu dengan baik, sesuai perintah-Nya.

Tempayan sebenarnya disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi. Semacam protokol kesehatan begitu. Ada enam tempayan dan masing-masing tempayan berisi 100 liter air. Yesus sangat solutif. Yesus tidak pelit. Air enam tempayan berubah menjadi anggur. Bukan jus anggur atau cuma rasa anggur lho ya, tetapi anggur dengan kualitas terbaik.

Yesus memulai karya-Nya dalam awal pembentukan keluarga. Sampai sekarang Yesus tetap peduli. Di tengah pageblug ini mungkin kita banyak pergumulan hidup. Mari kita curhat sama Yesus, minta pertolongan-Nya. Apapun masalah kita, kita yakin Yesus akan melawat dan memberi pertolongan pada kita kita.

Yesus, “anggurku” habis.”
“Nyoh…. Enam tempayan! Wis turah-turah kuwi!”
Amin.

~EPM