PIKIRAN TUHAN TAK TERSELAMI

KEJADIAN 45: 1 – 15

Betapa terbatasnya pikiran dan bahkan perasaan yang dimiliki manusia dalam hidupnya. Untuk “niteni” lebih dari sekedar merasakan penyertaanNya dalam sepanjang kehidupan tidaklah mudah. Setiap peristiwa dalam hidup manusia, dipakai sebagai cara Tuhan menyatakan ke-Mahakuasaan-Nya. Melampaui apapun dan tak terbatas keberadaanNya.
Dalam konteks kitab Kejadian 45: 1 – 15 dikisahkan tentang peziarahan hidup yang dijalani oleh Yusuf. Dalam keterangan, keterasingan dan itu berarti keberadaannya tidak sepenuhnya diterima bahkan oleh saudaranya sendiri. Ia menjalani kisah hidup yang penuh warna dan rasa, suka duka, gelap terang.
Yusuf dalam penderitaanya tetap belajar setia menjalani. Apa sih kunci kesetiaannya? Yusuf nampaknya:

  1. Memiliki relasi yang dekat dan erat dengan Tuhan Allahnya. Ia yakin hidup yang dijalani ada dalam rencana kasih Tuhan Allahnya. Bahkan Yusuf juga mampu merasakan pemeliharaan Tuhan dalam sepanjang kehidupan di suka dan dukanya. Allah adalah kasih, pemelihara kehidupannya.
  2. Berkeyakinan akan kasih dan pemeliharaan Allah. Itulah yang mendoron Yusuf untuk berbelas kasih pada yang lain. Tidak membalas kejahatan pada saudaranya yang telah membuangnya. Tidak menaruh dendam dan tidak peduli. Justru Yusuf sangat mengasihi saudaranya, keluarganya, bangsanya. Ia sangat peduli untuk menopang keprihatinan yang dialami banyak orang saat itu. Yusuf yakin Allah memakaianya terlibat dalam karya cinta kasihNya. Ia yakin rancangan Allah dalam hidupnya membawa pada kehidupan yang melahirkan pengharapan bagi banyak orang.

Sungguh tiada terselami kasih dan cintaNya. Segala perkara dipakaiNya menyatakan kepedulian bagi banyak orang. Rencana Tuhan Allah adalah rencana kehidupan, rencana damai dan sejahtera bagi umat manusia. Tetapkan hidup kita, letakkan sepenuhnya dalam cintaNya dan setialah padaNya. Tuhan Allah, sumber cinta kasih menyertai kita senantiasa. Amin. ~EW