PANDANGAN KRISTEN TENTANG KEKAYAAN

Sering kita mendengar celotehan anak muda jaman sekarang tentang kriteria pasangan hidup yang mereka inginkan. Kriteria yang diungkapkan antara lain ganteng atau cantik, pandai, tajir, dan lain-lain. Dalam kamus bahasa gaul, tajir berarti kaya. Tentu setiap orang tidak menolak apabila punya pasangan hidup yang memiliki banyak kekayaan. Demikian halnya dengan orang Kristen, tidak menolak apabila hidupnya menjadi kaya.

Pandangan Kristen tentang kekayaan dapat kita lihat dalam Perjanjian Lama, antara lain yang dikatakan Daud dalam Kitab 1 Tawarikh 29: 12, “Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari padaMu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya.” Sedangkan dalam Perjanjian Baru, penjelasan tentang kekayaan ini muncul dalam Markus 10: 23 yang demikian firman-Nya, “Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: ‘Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.’ “

Saudara, masuk surga bukan berarti tidak mungkin – karena semuanya mungkin bagi Allah – namun itu akan menjadi sesuatu yang dinyatakan “sukar”. Nah, kalau demikian apa sesungguhnya yang dikehendaki Allah untuk hidup kita, apakah menjadi orang Kristen tidak boleh kaya? Tentu saja Tuhan mengijinkan kita menjadi kaya, tetapi bagaimana kita menggunakan kekayaan yang Tuhan beri itu untuk kemuliaan-Nya, BUKAN untuk kemuliaan diri kita sendiri. Di dalam surat 1 Timotius 6: 17, Paulus memberikan peringatan kepada orang kaya. “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu yang dinikmati.”


Demikian halnya dalam Surat Yakobus 5: 1 – 3 memperingatkan soal kekayaan yang diperoleh dengan cara yang tidak sepantasnya. “Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat dan karatnya menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.”

Allah tidak mengutuk atau menyalahkan kita sebagai orang Kristen memiliki kekayaan. Kekayaan bisa diperoleh dari berbagai sumber dan cara yang benar, tetapi Dia memberikan peringatan keras bagi orang-orang yang lebih bersungguh-sungguh atau mendahulukan mencari kekayaan daripada mencari Allah. Tuhan Yesus menegaskan melalui firman-Nya dalam Injil Matius 6: 33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Untuk itu saudara, jadilah kaya seperti yang Tuhan kehendaki. Tuhan Yesus memberkati. Amin.