NGGUGU KAREPE DEWE

Bacaan: JABUR 127: 4

“Kaya panah ana ing tangane wong prawira, kaya mangkono mungguh anak-anak nalika nome.”

Suatu malam ada seseorang yang mabuk pulang ke rumahnya dengan sempoyongan. Lalu kebetulan ada tetangga yang melihat dia kesulitan membuka pintu rumahnya. Tetangga itu menghampirinya dan bermaksud menolong membukakan pintunya dengan cara memegang tangan orang mabuk itu untuk membantu memasukkan kunci ke lubang kunci pintunya. Namun orang mabuk itu malah marah, “Kamu kalau mau membantuku jangan pegang tanganku, tapi peganglah pintunya supaya pintunya tidak goyang-goyang terus.”

Banyak orang yang berpikir kalau dirinya sudah bertindak dengan benar dan tidak mau mendengarkan orang lain, bahkan mengabaikan firman Tuhan. Dalam ayat tadi dikatakan bahwa jemaat gereja adalah seperti anak panah yang dilepaskan oleh Sang Pemanah dan Sang Pemanah pasti sudah nginceng dengan baik, fokus, dan konsentrasi untuk melesatkan ke arah yang tepat. Tentunya anak panah itu akan melesat sesuai arah yang diinginkan Sang Pemanah, jadi harus lurus. Ha tapi kalau ada jemaat Tuhan yang sering menggak-menggok sendiri itu berarti manut sopo?

Taat pada Tuhan, pada ajaran-Nya itu bukan berarti hepi terus, bukan tidak ada air mata, tetapi bersama Tuhan, kita bisa kuat menghadapi kesulitan yang dihadapi dengan damai. Amin.

Selamat memasuki Adven minggu kedua. Maranatha.

~EPM