“MUDIK DILARANG” HARUS PULANG ATAU MALAH PERGI SAJA?

Bacaan: WAHYU 18: 4

“Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya.”


Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Aku pun sadari, ku seg’ra berlari
Refrein: Cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau ‘tuk cepat pulang
Cepat kembali, jangan pergi lagi

Syair di atas adalah penggalan lirik dari lagu berjudul Firasat, yang diciptakan oleh Dewi Lestari dan dinyanyikan oleh Marcell. Lagu ini menggambarkan rasa kesendirian dan kesepian syahdu yang bermuara pada kerinduan yang dalam kepada sang kekasih hati. Hanya satu hal yang diinginkan, kekasihnya pulang dan tak pergi lagi.

Pulang selalu menjadi sesuatu yang membuat nyaman. Inilah yang sering menjadi alasan orang untuk mudik, karena mudik bisa juga membuat nyaman, baik bagi orang yang ditunggu maupun yang menunggu. Saat rasa ingin pulang muncul, seringkali kenyamanan dan sukacita menjadi alasan. Hal ini menjadi terasa tidak nyaman ketika mudik itu dilarang. Namun hal yang senada disampaikan dalam bacaan kita, menasihatkan para orang percaya untuk pergi dan bukannya pulang.

“Pergi” selalu mengandung dimensi keluar dari zona aman dan nyaman kita. “Pergi” selalu bermakna meninggalkan sesuatu yang sudah biasa dan sudah akrab.

Karena itulah, “pergi” menjadi lebih sulit ketimbang “pulang”. Tapi sekali lagi, Tuhan justru meminta kita untuk “pergi”. Itu berarti bahwa kita diminta untuk keluar dari zona nyaman dan aman yang selama ini kita nikmati. Perintah untuk pergi berarti kita diminta untuk tak cukup puas dan berkutat pada diri sendiri. Kita diperintahkan untuk hidup dengan dinamis dan hidup dengan memberi dampak positif bagi lebih banyak orang. Kita dikehendaki untuk pergi menjadi berkatNya bagi semua ciptaan-Nya.

Pulang selalu menyenangkan. Tapi seperti halnya pemerintah melarang mudik, kita sebaiknya malah “pergi”. Hari ini mari kita ingat, bahwa sebelum benar-benar “pulang” pada saatnya nanti, kita diutus untuk pergi. Pergi untuk menjadi berkat dan membawa kebaikan. Jadi, pergilaaah…..

Segala sesuatu tak akan kembali, jika tak pernah pergi.”~AI