MIE XI JINPING

Bacaan: AMSAL 3: 5 – 6

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Sering kita cepat merasa paham akan sesuatu hal dan sering kita cepat mengambil kesimpulan atau menghakimi sesuatu hanya tanpa melihat apa yang ada dibelakang suatu peristiwa. Mari kita cermati kisah Xi Jinping di bawah ini.

Saat Xi Jinping kecil, dia pernah dites papanya. Suatu pagi papanya memasak dua mangkok mie lalu diberikan kepada Xi Jinping dan disuruh memilih. Dua mangkuk disajikan, satu ada telurnya, yang satunya lagi tidak ada telurnya. Xi Jinping langsung memilih yang ada telurnya, dia sangat senang dan memulai makan. Kemudian dia melihat papanya makan dari mangkuk yang tidak dia pilih, ternyata di bawah mie-nya ada dua telur. Dia merasa kecewa. Papanya berkata, “Apa yang kamu lihat belum tentu sesuai yang kamu harap. Kamu jangan mengambil keuntungan orang lain. Itu pelajarannya.” Xi Jinping mengangguk.

Hari berikutnya papanya memasak dua mangkok mie lagi, sama dengan kemarin satu ada telur dan satu tidak ada. XI Jinping kembali disuruh memilih oleh papanya. Xi Jinping langsung memilih yang tidak ada telurnya. Dia langsung memakannya dan mengaduk-aduknya tetapi tidak ada telurnya. Ternyata yang dia pilih tidak ada telurnya. Xi Jinping pun kecewa. Papanya berkata, “Kamu jangan selalu bergantung pada pengalaman, kadang akan terjadi hal-hal di luar kebiasaan. Kamu harus siap menghadapi perubahan. Ini pelajaran yang sangat berguna sekali.” Xi Jinping mengangguk.

Esok harinya, papanya kembali memasak dua mangkok mie dengan satu mangkok ada telur dan satunya tidak ada telur. Papanya berkata, “Ayo silakan pilih anakku.” Lalu Xi Jinping diam dan berkata, “Papa pilih dulu.” Papanya tersenyum, lalu mengambi mie yang ada telurnya. Xi Jinping terpaksa mengambil mangkuk yang tidak ada telurnya.

Kemudian Xi Jinping berpikir, “Waduh, saya dapat yang tidak ada telurnya.”. Namun ketika diaduk, ternyata Xi Jinping menemukan dua butir telur didalamnya. Xi Jinping pun sangat gembira. Papanya berkata, “Saat engkau mengutamakan orang lain untuk mendapatkan kebahagiaan dahulu, kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang berlebih nantinya. Jadi ini pelajarannya, jangan egois berikan waktumu berikan tenagamu berikan dedikasimu untuk banyak orang lain, itu yang lebih penting.”

Jadi Xi Jinping belajar banyak hal terkait peristiwa mie itu. Xi Jinping menjabat sebagai presiden Tiongkok hingga hari ini. Dari kisah di atas kita bisa belajar, ketika kita merasa gelisah, kita bersandar kepada pengertian kita sendiri. Kita menilai apa yang seharusnya terjadi pada kita harus seturut dengan pengertian kita. Padahal Allah kita adalah Allah Yang Mahakuasa. Kita tidak mungkin sanggup untuk memahami seluruh isi pikiran-Nya. Oleh karena itu, kita seharusnya memercayakan kehidupan kita sepenuhnya pada Allah. Ia sendiri yang mampu untuk meluruskan segala jalan kita. Dan kita dituntut untuk melakunan kasih untuk sesama kita.

Ngomong-ngomong, jadi berapa telur yang dimakan Xi Jinping dalam 3 hari itu? He he he…. ~AI