MENGABAIKAN PERINTAH TUHAN

Bacaan: BILANGAN 14: 41

Tetapi kata Musa: “Mengapakah kamu hendak melanggar titah TUHAN? Hal itu tidak akan berhasil.”

Ketika sakit dan periksa ke dokter, biasanya kita diberi resep obat, kemudian tanpa banyak pertimbangan kita akan segera membeli resep itu. Sekalipun harganya mungkin sangat mahal, kita tetap berusaha mendapatkannya. Semua demi kesehatan – kata kita. Namun, kadang-kadang kita tidak meminum obat yang sudah dibeli dengan mahal itu secara teratur.

Kesehatan sangat berharga, itu sebabnya ketika sakit kita berusaha menaati semua instruksi dokter. Ironisnya, beberapa dari kita peduli terhadap kesehatan, tetapi lupa akan keselamatan. Terhadap perintah Tuhan kita mengabaikan atau bahkan terang-terangan melanggarnya. Seperti itulah sikap bangsa Israel. Sebelumnya mereka menolak perintah Tuhan untuk menduduki tanah Kanaan, tetapi sekarang mereka terburu-buru ingin merebutnya.

Musa mencegah mereka,”Janganlah maju, sebab Tuhan tidak ada di tengah-tengahmu.” Keinginan mereka tidak sama dengan kehendak Tuhan. Sayangnya, daripada mengikuti perintah Tuhan, mereka lebih suka menuruti keinginan diri sendiri. Mereka pun menderita kekalahan.

Banyak orang berpendapat, ikut Tuhan itu tidak enak. Banyak sekali aturannya. Mereka lupa kalau perintah Tuhan sebenarnya dibuat untuk kepentingan mereka sendiri. Ketika Tuhan merangkaikan perintahNya, yang di pikiranNya hanya keselamatan kita. Setiap kali kita menganggap perintah Tuhan memberatkan, ingatlah pada upah ketaatan. Menaati instruksi dokter, berarti kesembuhan. Menaati perintah Tuhan, berarti keselamatan.

Perjalanan kehidupan kita akan selamat ketika kita berjalan lurus menuju kehendakNya tanpa menyimpang ke kanan atau ke kiri. Tetap semangat, selalu hati-hati dan waspada. Setialah pada Tuhan, karena Tuhan setia. Tuhan Yesus memberkati. Amin

~DH