MELAWAN KETAKUTAN

Bacaan: 1 YOHANES 4: 18
“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukungan dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.”

Saudara, pernahkah Anda merasa takut? Jika kita jujur, pasti setiap orang akan berkata pernah, tidak ada seorang pun yang tidak pernah merasakan ketakutan. Bisa takut akan keadaan atau kondisi tertentu, misal takut gelap, takut hujan, takut hantu, takut bencana alam, takut akan masa depan yang suram, dan lain-lain. Alkitab menyebutkan ada dua tipe rasa takut. Tipe pertama adalah rasa takut yang bermanfaat dan harus didorong. Tipe kedua adalah rasa takut yang merugikan dan harus diatasi.

Jenis yang pertama adalah rasa takut akan Allah. Jenis rasa takut ini bukanlah perasaan takut atau ngeri akan sesuatu. Sebaliknya, ini adalah rasa kagum hormat seseorang akan Allah; penghormatan untuk kuasa dan kemuliaan-Nya. Di dalam Bahasa Jawa disebut sebagai ajrih asih. Takut tetapi juga sekaligus merupakan rasa hormat bagi murka dan kemarahan-Nya. Dengan kata lain, takut akan Allah merupakan pengakuan yang sungguh-sungguh mengenai siapa Allah sebenarnya, yang datang melalui pengetahuan tentang Dia dan sifat-sifat-Nya.

Takut akan Allah membawa banyak berkat dan manfaat. Takut akan Allah merupakan awal dari hikmat dan mengarahkan kepada pengertian yang baik (Mzm 111: 10). Hanya orang bodoh yang menghina hikmat dan disiplin (Ams 1: 7). Selain itu, takut akan Allah mengarahkan seseorang kepada kehidupan, ketenangan, damai sejahtera, dan kesukaan (Ams 19: 3). Takut akan Allah sumber kehidupan (Ams 14: 27), yang bisa menyediakan perlindungan dan tempat yang aman bagi kita (Ams 14: 26). Oleh karena itu, orang percaya dapat memahami mengapa rasa takut akan Allah harus dipupuk.

Tipe rasa takut kedua yang disebutkan dalam Alkitab sama sekali tidak bermanfaat. Roh ketakutan dan kegelisahan tidak berasal dari Allah.

Kesaksian Alkitab bisa kita baca dari 2 Timotius 1: 7 “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.”

Saudara, adakalanya kita memang merasa takut. Kadang-kadang “roh ketakutan” ini menguasai kita. Untuk mengatasinya, kita perlu percaya dan mengasihi Allah sepenuhnya. “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (1 Yoh 4: 18). Kiranya Tuhan senantiasa menyertai kita, sehingga kita diberi kemampuan untuk melawan rasa takut, terutama pada saat-saat yang menekan kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. ~YS