MELATIH CINTA

Bacaan: MATIUS 22: 34 – 46

Cinta… siapa sih yang tidak senang dengan kata itu? Cinta… bukan hanya bicara soal hubungan laki-laki dan perempuan. Cinta juga bukan hanya soal emosi dan rasa memiliki, akan tetapi kesadaran bersama melestarikan nilai kebaikan, belas kasih sayang, pengorbanan diri, empat, simpati, perhatian dan sebagainya dalam bingkai cinta. Oleh karena itu, nilai yang penting ini harus terus dilatih.

Bacaan Firman Tuhan, narasi dalam Injil Matius 22: 34 – 46 seorang Farisi yang juga ahli Taurat menjebak Yesus dengan pertanyaan, “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” (ay. 36). Tentu kata “hukum Taurat” di sini mengarah pada teks Perjanjian Lama yang menjadi pengajaran Musa, yakni kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Menarik saat kita perhatikan jawaban Yesus dalam ayat 39: dan hukum yang kedua yang sama (Yunani: humoios ~ seperti, menyerupai) dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Melalui dialog ini Yesus hendak memberikan definisi yang utuh tentang iman.

William Barclay mengungkapkan ada 2 (dua) hal penting dalam mengungkapkan kasih:

  1. Kasih sebagai perintah itu harus diungkapkan secara total pada Allah. Kasih yang menguasai emosi seseorang, kasih yang mengarahkan semua pikiran seseorang, kasih yang merupakan dinamika tindakan seseorang. Kasih merupakan keutuhan komitmen seseorang pada Allah.
  2. Kasih pada Allah, harus terwujud dalam kepedulian kasihnya pada sesama. Jadi, kasih pada Allah terwujud dalam kasihnya pada sesama. Mewujudkan kasih ini dengan komitmen penuh yang diwujudkan dalam devosi pada Allah dan pelayanan praktis kepada sesama manusia.

Lantas, siapa sesama manusia itu? Memang dalam teks disebut pleison (Yunani ~ tetangga). Bagi orang Yahudi, sesama mereka adalah orang-orang yang satu agama, suku, ras, serta tradisional kehidupan.

Namun bagi Yesus, sesama adalah setiap orang tanpa memandang apapun, yang kita temui dan hadir dalam ruang kehidupan kita di setiap hari. Maka melatih cinta berarti memulai cinta dari-Nya, untukmu dan semua. Hidup dan kehidupan ini adalah ruang cinta yang tak terbatas.~EW