MADULIMA (MAnusia peDULI sesaMA)

“….segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25: 40b)

Sadio Mane, pemain sepak bola Senegal yang sekarang ini bermain untuk klub sepak bola Liverpool, tertangkap kamera menggunakan ponsel dengan layar yang sudah retak. Padahal gajinya sebagai pemain sepakbola profesional sebesar 10,2 juta USD atau hampir setara Rp 139 Milyar per tahun. Sebenarnya dengan gaji yang begitu fantastis dia bisa saja membeli 150 iPhone baru setiap minggunya, atau 10 mobil Ferrari, atau 20 jam tangan berlian, atau 2 pesawat jet pribadi. Ketika ditanyakan kepadanya kenapa tidak melakukan semuanya itu, dia menjawab, “Ketika saya memiliki semuanya itu apa manfaatnya bagi dunia dan kemanusiaan?” Dia melanjutkan bahwa dia sangat berterimakasih kepada sepak bola, karena dari sinilah dia dapat melakukan banyak hal untuk dunia dan kemanusiaan. “Sekarang saya dapat membantu banyak orang dengan membangun sekolah, rumah sakit, memberikan orang miskin makanan atau pakaian. Saya tidak perlu memajang mobil mewah, rumah mewah, perjalanan, bahkan pesawat terbang. Saya lebih suka orang menerima sedikit dari apa yang saya berikan,” lanjut Mane.

Bacaan dalam Matius 25 (dimulai dari pasal 24) menceritakan tentang percakapan Yesus dan muridNya tentang Akhir Zaman, siapakah yang terpilih ketika Anak manusia datang pada akhir zaman. Orang-orang yang terpilih itu ternyata bukan orang-orang yang sibuk membangun spiritualitas pribadi saja, tetapi orang yang juga membangun spritualitas komunal, orang yang peka dengan lingkungan dan sesamanya, orang yang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri bahkan menyombongkan apa yang dimilikinya tetapi orang yang mau bersimpati dan berempati dengan sesamanya terutama kepada mereka yang tidak atau kurang beruntung. Seperti Sadio Mane yang tidak mementingkan dirinya sendiri, kita juga dituntut hal yang sama oleh Tuhan. Mari kita berusaha dan belajar seperti apa yang sudah Tuhan Yesus ajarkan dan teladankan dalam Matius 25, menjadi warga MADULIMA, MAnusia peDULI sesaMA.

Selamat berproses memaknai hidup ini. Tuhan Yesus memberkati.   ~SRL