Bacaan: YEREMIA 29: 11
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Dalam sebuah lukisan biasanya seorang pelukis menggunakan kombinasi warna-warna terang dan gelap. Warna gelap dan terang memberi bentuk dan dimensi atas lukisan tersebut, juga menunjukkan emosi di dalamnya. Jika warna lukisan seluruhnya terang, maka lukisan itu akan tampak datar dan tidak enak dilihat. Jika keseluruhan warna yang digunakannya adalah gelap, kita tidak akan melihat apa-apa di situ, selain kesuraman. Maka setiap lukisan adalah gabungan warna-warna gelap dan terang. Itulah hidup dirancang Tuhan seperti lukisan. Ada warna gelap untuk mewakili masa-masa suram dan sulit, ada juga warna terang untuk mewakili masa-masa gemilang dan kemenangan kita.
Itu juga yang tampak dalam kehidupan bangsa Israel. Berita tentang rancangan damai sejahtera dari Tuhan tidak diberikan saat bangsa Israel menang dalam peperangan, tetapi saat mereka dalam pembuangan dan jauh dari tanah air. Maka Firman Tuhan mengenai damai sejahtera ini ibarat sebuah goresan warna terang di tengah warna-warna gelap. Memang awalnya tidak terlihat, tapi pada akhirnya kita akan melihat betapa indahnya lukisan Tuhan tersebut.
Kita adalah lukisan Tuhan. Kita harus menyadari bahwa Tuhan tidak akan membuat kita menjadi lukisan yang pucat, kusam, atau gelap. Kalaupun dalam hidup ini kita mengalami masa gelap dan terang silih berganti, mari kita memandang sebagai cara Allah membentuk kita agar kita makin memuliakan Dia melalui berbagai peristiwa dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh sebab itu syukurilah setiap momen dalam hidup ini sebagai cara Allah melukis kita. Segala peristiwa, baik dan buruk, dapat dipakai Tuhan untuk membentuk karakter dan mendewasakan.
Selamat untuk melangkah pasti memasuki Tahun 2024. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
~DH