KETAATAN

Bacaan: IBRANI 13: 17
“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.”

Semenjak pandemi Covid-19 berlangsung, sudah banyak kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus ini. Hal ini menjadi pro dan kontra di masyarakat karena kebijakan ini berdampak pada kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Di awal tahun 2021 ini kita sudah harus mengikuti kebijakan pemerintah untuk mengikuti anjuran PSBB atau di sebagian daerah disebut PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Tentu saja kebijakan ini berdampak pada kegiatan masyarakat. Kegiatan masyarakat dibatasi sampai jam tertentu.

Sebagai warga negara yang baik tentu kita harus mendukung segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus ini. Seperti ayat di atas, semua kebijakan pemerintah tentu untuk keselamatan warganya, walaupun pilihan ini tentu tidak dapat memuaskan semua pihak.

Badan kesehatan dunia yang punya kompetensi dalam dunia kesehatan saja tidak dapat memprediksi kapan pandemi ini berakhir. Ada suatu modeling dari sebuah pandemi bahwa mungkin akan berakhir bila 2/3 dari penduduk dunia telah terinfeksi, dengan harapan kejadian ini akan meningkatkan herd immunity yang terjangkiti. Kalau di Indonesia saja ada sekitar 280juta jiwa, padahal saat ini baru kira-kira 1 jutaan orang yang terinfeksi, maka bisa dibayangkan akan berapa lama kalau modeling seperti di atas dipakai.

Vaksinasi memang akan meningkatkan herd immunity, tapi realita di lapangan tidak bisa dipungkiri bahwa vaksin ini produksinya juga sangat terbatas. Katanya satu perusahaan hanya dapat memproduksi kira-kira satu juta vaksin per tahun. Kita bayangkan bagaimana kalau perusahaan yang dapat memproduksi vaksin ini sangat terbatas. Dari 7 milyar penduduk dunia, kita-kira kapan jatah kita untuk mendapatkan vaksin dengan 2 kali dosis suntikan. Bisa kita bayangkan berapa lama kita menunggu.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk membuat kita semakin khawatir, tetapi supaya kita terus waspada. Jadi mari kita terus berjaga-jaga untuk taat dengan protokol kesehatan. Dengan demikian kita mempunyai simpati dan empati kepada tenaga kesehatan yang terus berjibaku dengan pandemi ini. Mari terus jaga kesehatan, jaga keamanan diri dan keluarga, dan terus tetap kreatif dan produktif, karena di setiap masalah pasti ada jalan keluar. Terus berdoa semoga pandemi ini segera berakhir. Tuhan memberkati.  ~SRL