KENALI POHON DARI BUAHNYA

Bacaan: MATIUS 7: 20

 “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.”

Ketika masa pandemi menimpa seluruh umat manusia di dunia ini dan orang harus berdiam diri di dalam rumah, atau setidaknya mengurangi bepergian, maka saat itu mulailah booming orang berhobi baru dengan bercocok tanam berbagai macam tanaman hias dan tanaman buah-buahan. Sebagai konsekuensi dari keadaan tersebut adalah naiknya nilai jual berbagai tanaman hias dan tanaman buah itu. Namun pada renungan kali ini kita akan fokus pada tanaman buah.

Saudara yang terkasih, setiap petani buah yang akan membeli bibit tanaman pastilah mereka akan bertanya, apakah bibit ini buahnya baik atau tidak, manis apa masam, besar atau kecil-kecil buahnya, dan tidak bertanya apakah pohon ini tinggi atau rendah, lebat daunnya atau tidak. Apalah artinya sebatang pohon buah yang rindang daun dan rantingnya tetapi tidak berbuah, pastilah akan ditebang oleh si pemilik. Setidaknya rantingnya akan dipangkas dan dibakarnya. Begitu pula orang yang mengaku menjadi anak Tuhan, tetapi jika di dalam hidupnya tidak menunjukkan hidupnya yang benar sebagaimana seharusnya anak Tuhan, pastilah dia tidak akan menerima janji Tuhan. Di dalam Yohanes 15: 2 Tuhan berfirman, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya…”. Menjadi murid Kristus tentu akan dilihat dari cara hidup dan perilakunya setiap hari. Sebagaimana ayat nats kita hari ini, Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Matius 7: 20), orang melihat kualitas keKristenan kita dari segala sesuatu yang dilihatnya.

Dalam realita kehidupan, tidak bisa kita pungkiri, bahwa masih ada orang Kristen yang belum  berbuah, bahkan mereka tidak berbuah sama sekali. Seorang murid Kristus dituntut bukan hanya menghasilkan buah saja, tetapi juga harus berbuah lebat. Lalu, apakah tandanya kalau kita adalah murid Kristus?, dan buah apakah yang harus dihasilkan?, buah seperti apakah yang harus kelihatan dalam diri seorang murid Kristus?. Surat Paulus kepada jemaat Galatia ini bisa menjadi rujukannya “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Galatia 5: 22-23). Ketika di dalam kehidupan kita nampak berbagai indikator itu, di situlah kita dikatakan berbuah.

Kiranya Roh Kudus selalu menyertai kehidupan kita dan mampu menghasilkan buah seperti yang dikehendaki-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

YS