KEMERDEKAAN YANG HAKIKI

GALATIA 5: 13
“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

Saudara yang terkasih di dalam Kristus, beberapa hari yang lalu kita bangsa Indonesia baru saja memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-75. Pada tahun-tahun yang lalu, kemeriahan perayaan HUT RI bisa satu bulan penuh, tetapi pada tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena adanya pandemi COvid-19 yang masih mendera bangsa kita.
Kata merdeka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai tiga arti, yakni 1) bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya), berdiri sendiri; 2) tidak terkena atau lepas dari tuntutan; 3) tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu, leluasa. Sedangkan arti kemerdekaan adalah keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dsb); kebebasan.
Dalam kehidupan orang beriman, kita memahami bahwa kemerdekaan ini memiliki makna bahwa kita lepas, bebas dari perhambaan, dari penjajahan oleh roh kegelapan, oleh kuasa dosa, dan cara hidup lama yang bertentangandengan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan dalam memerdekakan kita dari kuasa dosa dan maut, supaya kita bisa mempergunakan kemerdekaan yang Tuhan berikan itu sebagai kesempatan untuk hidup benar seturut dengan kehendakNya, mampu mengucap syukur dengan jalan melayani orang lain di sekitar kita dengan penuh kasih.
Saudara yang terkasih, marilah kita berusaha mempertahankan kemerdekaan yang telah Tuhan berikan, baik kemerdekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maupun kemerdekaan dalam kehidupan iman kita, yakni kemerdekaan dari kuk perhambaan. “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” (Galatia 5: 1). ~YS