KELUAR DARI ZONA NYAMAN

Bacaan: MARKUS 9: 2 – 13
“Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini….”

Ketika Peturs, Yakobus, dan Yohanes menyaksikan Yesus mengalami transfigurasi (berubah rupa) dan dibarengi dengan kemunculan Nabi Musa dan Nabi Elia, maka suasana di atas gunung itu diliputi kemuliaan Tuhan dan suasana menjadi begitu damai, tenang, dan tenteram. Maka suasana yang begitu membahagiakan hati itu membuat Petrus menginginkan hal itu berlangsung terus, sehingga ia berinisiatif berkata kepada Yesus untuk mendirikan 3 kemah untuk Yesus, Musa, dan Elia. Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Yang ia pikirkan adalah berdiam diri dalam suasana yang diliputi kemuliaan dan ketenteraman.

Kita pun sering seperti Petrus, saat kita dalam posisi atau zona nyaman, maka kita melupakan tugas utama kita sebagai orang percaya untuk melanjutkan misi Tuhan bagi dunia, yaitu menyampaikan kabar keselamatan dan sukacita. Kemuliaan yang Yesus alami saat itu merupakan kegenapan nubuatan untuk “turun gunung menyelesaikan misinya untuk menderita, mati, dan bangkit kembali demi menyelamatkan manusia berdosa” (ayat 9). Demikian pula kita orang-orang yang telah menerima karya penebusan-Nya, jangan hanya berdiam diri di dalam zona nyaman. Ada tugas yang harus diemban oleh setiap pribadi orang percaya, yaitu menjadi saksi-saksi Kristus untuk melanjutkan misi-Nya di dunia ini, antara lain: pemuridan, pengajaran, dan penyelamatan dari kebinasaan kekal. Tugas ini membutuhkan komitmen, kesetiaan, dan kesiapan untuk menyangkal diri serta memikul salib masing-masing. Itu artinya harus berani hidup menderita, tidak dihargai, dilecehkan, direndahkan, dikucilkan, dan dianiaya karena kebenaran Tuhan. Kita melakukan tugas yang diembankan harus dengan penuh ketulusan, siap menekan kepentingan pribadi dan rasa keegosian serta pamrih untuk kemuliaan diri sendiri. Motivasi kita harus untuk kemuliaan nama Tuhan. Jika Yesus mampu untuk tetap rendah hati bahkan mengampuni mereka yang merendahkan, melecehkan, dan menyalibkan-Nya, kita pun seharusnya demikian. Amin. ~Luk