KEINGINAN TAK SAMPAI

Bacaan: 1 Raja-raja 21: 4a

Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu kepadanya: “Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku.”

Seorang anak biasanya mengingini sesuatu yang dimiliki teman-temannya. Namun bagaimana jika keingininannya tidak dipenuhi orangtuanya? Setiap anak mempunyai sikap dan tanggapan yang berbeda-beda, ada yang biasa saja, kecewa, jengkel, bersungut-sungut, menangis, bahkan merajuk.

Ahab bukanlah orang yang tidak punya apa-apa. Ia Raja Samaria. Sebagai seorang raja, ia memiliki kuasa dan kekayaan yang sangat banyak. Suatu hari entah mengapa muncullah keinginan dalam hatinya untuk memiliki kebun anggur Nabot yang ada di samping istananya. Keinginan yang kuat itu membuatnya merasa harus memiliki kebun Nabot dan memberikan beberapa penawaran, kebun anggur pengganti yang lebih baik atau sejumlah uang sebagai pembayaran kebun tersebut. Namun, Nabot tidak ingin menyerahkan kebunnya yang merupakan milik pusaka nenek moyangnya kepada Ahab sebagai wujud ketaatannya kepada perintah Tuhan (Bilangan 36: 7). Karena penolakan Nabot itulah Ahab kesal hati dan gusar, bahkan berlaku seperti anak kecil yang merajuk dan tidak mau makan.

Tidak ada yang salah dengan mempunyai keinginan tetapi banyak keinginan yang muncul karena nafsu dan kecemburuan terhadap orang lain. Tidak semua keinginan akan terpenuhi karena belum tentu Tuhan berkenan, atau orang lain mau memenuhi keinginan tersebut. Marilah menguasai hati kita sehingga tidak terjebak oleh keinginan-keinginan yang hanya memuaskan diri sendiri. Juga bersikaplah dewasa apabila keinginan itu tidak atau belum dapat terwujud. Hidup tidak dapat digantungkan pada keinginan kita sendiri tetapi pada kehendak Tuhan.

Selamat hari Minggu, salam sehat selalu, terus semangat, Tuhan Yesus memberkati. Amin

~DH