KEINDAHAN SEBUAH PROSES

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.- Yer 29 : 11

Kita hidup di jaman hampir semua orang menyukai jalan pintas, semua serba instant dan berusaha memperpendek proses, atau bahkan kalau bisa meniadakan proses, mulai dari mengolah makanan, rumus matematika, sampai proses birokrasi dan perjalanan hidup. Tanpa kita sadari kita telah kehilangan keindahan pada proses itu. Makanan instant jaman sekarang rasanya kalah jauh dengan masakan desa yang dimasak dengan kayu bakar, yang proses memasaknya lebih lama, lebih ribet, mulai dari harus menghidupkan kayu bakar, menunggu sampai api benar-benar jadi dst…keindahan proses terasa dalam lezatnya rasa.

Demikian juga dengan perjalanan hidup, semua ingin sampai di suatu titik bernama tujuan dengan menciptakan “jalan pintas-jalan pintas”. Kadang Tuhan membuat “jalan-jalan pintas” itu tidak jalan atau tidak compatible dengan hidup kita. Tuhan “memaksa” kita melalui “jalanNya” yang sudah ditetapkan, yang kita anggap terjal, berliku-liku, menanjak, lengkap dengan kesulitan yang berlipat-lipat yang membuat kita demonstrasi pada tuhan, dengan spanduk-spanduk berisi keluhan, pertanyaan mengapa… dalam doa-doa kita.

Ada hal yang seringkali tidak disadari oleh kita, yaitu keindahan dari sebuah proses, sesulit dan semenyakitkan apapun itu. Semua itu dimaksudkan agar kita belajar, karena hanya dari kesulitan itu kita belajar, bukan dari kemudahan. Semua itu dimaksudkan agar kita tangguh, karena hanya dari penderitaanlah kita menjadi selapis lebih tangguh bukan dari kesenangan-kesenangan. Dan pada akhirnya kita bisa menikmati hasil dari proses itu dengan kepuasan batin yang luar biasa. Seperti makanan desa yang dimasak dengan proses yang lebih panjang dan ribet tapi hasilnya jauh lebih enak dan sehat daripada makanan instant. Terakhir saya ingin mengutip kalimat bijak dari sebuah podcast di website Indonesia Bercerita yang berjudul monik dan kaus kakinya :

hidup adalah tentang menikmati berapa kali keliru, berapa kali khilaf, atau berapa kali salah dalam memilih. Selalu diingatkan bahwa hidup adalah belajar menjalani proses, salah memilih berarti menerima gagal, menerima gagal berarti menerima kecewa, dan hanya dengan kecewa manusia akan tahu caranya berbesar hati
Selamat menikmati proses, Tuhan memberkati. SY