KEGAGALAN AWAL SEBUAH KEBERHASILAN

Bacaan: MAZMUR 37: 23-24
“TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.”

Saudara, siapakah anak-anak di planet ini yang tidak atau belum pernah menonton film kartun Mickey Mouse atau Mini Mouse? Tentu semua pernah menontonnya, tetapi tidak banyak orang yang mengetahui siapa pencipta film itu.

Walter Elias Disney (1901 – 1966) adalah pencipta film terkenal tersebut dan Disney menjadi salah satu orang di dunia ini yang sukses dalam dunia hiburan. Namun tidak banyak orang yang tahu bahwa seorang Disney pernah mengalami banyak kegagalan, di antaranya dia drop out dari sekolahnya pada usia 16 tahun dan bermaksud masuk militer, tetapi tidak diterima karena dianggap masih di bawah umur. Ketia dia bersama saudaranya mencoba membuat film kartunnya yang pertama, Mickey Mouse, dianggap kurang kreatif dan tidak menarik. Film ini pun ditolak oleh produser. Dia tidak patah semangat. Masih dengan judul yang sama, film Mickey Mouse diedit ulang dengan musik dan sound yang jauh lebih baik. Jadilah film kartun ini mengangkat nama Disney menjadi seorang terkenal dan menjadikannya seorang milyuner.

Saudara, setiap orang tentu pernah mengalami kegagalan dalam berbagai aspek kehidupan. Mungkin gagal dalam studi, gagal dalam pekerjaan, dalam bercinta, dalam membangun rumah tangga, atau berbagai kegagalan lainnya. Apakah yang kita perbuat selanjutnya sesudah kita mengalami kegagalan tersebut?

Ketika berada di dalam kegagalan dan kita membenci diri sendiri, hal demikian pastilah akan cukup sulit untuk memahami kehendak Tuhan. Mengapa Dia akan mengasihi saya ketika saya begitu sangat kacau? Ketika saudara gagal, tidak saja Allah mencintai saudara, tapi Dia akan menolong Anda. Dia mengangkar segala permasalahan Anda cukup dengan kuasa tangan-Nya. Orang lain mungkin meninggalkan dan menyangkalnya, tetapi Yesus selalu di sisi dan memegang tangan Anda. Dia tidak malu dengan kekacauan yang Anda alami. Sebagaimana keyakinan Daud Sang Pemazmur: “… apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUAN menopang tangannya…” (ay.24). Percayalah bahwa Tuhan senantiasa menolong kita. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi awal dari keberhasilan, karena ketika kita jatuh, tidaklah sampai tergeletak, karena tangan Tuhan menopang kita. Kuncinya adalah: jangan berputus asa dan berserah pada pertolongan-Nya. Tuhan Yesus memberkati.~YS