KEBIMBANGAN

MATIUS 14: 22 – 33

“Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (Matius 14: 31)

Perasaan bimbang sering muncul dalam hati kita. Hal itu bisa disebabkan bermacam-macam hal seperti rasa ragu karena adanya ketidakpastian, rasa takut, dan perasaan tidak yakin akan sesuatu. Perasaan bimbang dapat menimbulkan rasa pesimis, kecemasan, dan perasaan tersiksa.

Dalam kehidupan beriman pun kita sering dihinggapi kebimbangan akan kuasa Tuhan. Hal itu muncul saat kita menghadapi berbagai pergumulan berat. Bisa saja itu sakit yang tak sembuh-sembuh, kondisi ekonomi atau keuangan yang carut-marut, keluarga yang di ambang perpecahan bahkan perceraian, sulitnya mencari nafkah, harus menerima kenyataan bahwa kita di-PHK atau dirumahkan karena perusahaan tidak sanggup membayar karyawan akibat dampak pandemi Covid-19, dan masih banyak hal. Akibatnya kita mulai meragukan akan kuasa Tuhan, mulai mengeluh dan menggerutu. Padahal kita berusaha rajin beribadah, rajin berpersembahan, dan rajin berpelayanan, tetapi mengapa Tuhan membiarkan kita terus menerus dilanda berbagai penderitaan? Kurangnya saya apa Tuhan? Mungkin itu yang menjadi curahan hati kita saat ini.

Saudaraku terkasih, Rasul Petrus juga pernah mengalami hal serupa. Ketika ia meminta Yesus untuk menyuruh dirinya datang kepada Yesus, Yesus pun berkata: “Datanglah!”. Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus (Matius 14: 28 – 29). Sesuatu yang luar biasa terjadi dalam diri Petrus. Saat ia merespon panggilan Tuhan, ia dapat berjalan di atas air sama seperti Yesus.

Sesuatu yang menurut logika sangat mustahil, tetapi itu terjadi. Sayangnya, ketika Petrus merasakan ada tiupan angin (bukan badai), ia mulai takut dan akhirnya tenggelam dan berteriak minta tolong kepada Yesus. Yesus pun segera mengulurkan tangan-Nya dan memegang Petrus sambil berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (Matius 14: 31). Hal itu menjadi pembelajaran bagi kita saat kita mengalami “tiupan angin” penderitaan. Yang Tuhan mau supaya kita TETAP PERCAYA dan TIDAK BIMBANG akan KUASA-NYA. Tangan Tuhan tak kurang panjang untuk memegang dan menyelamatkan serta melepaskan kita dari berbagai pergumulan. Percayalah! Amin. Tuhan Memberkati! ~luk