KEADILAN DAN KEDAULATAN ALLAH

MATIUS 20: 1 – 16
“Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Mat 20:15)

Perasaan iri sering menghinggapi hati kita. Hal itu dikarenakan kita dikuasai perasaan tidak suka melihat orang lain kelihatan lebih bahagia atau lebih diberkati kehidupannya dibanding kita. Padahal kita sudah begitu berjerih payah tak kenal waktu untuk mengais rejeki namun tetap saja hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Sementara kita melihat orang lain yang pekerjaannya tidak seperti kita, tapi kok memiliki kekayaan yang luar biasa.

Kita mau beli motor saja kredit, sementara orang lain beli mobil saja kontan. Kita mau memiliki rumah saja setengah mati menabung tidak cukup-cukup, sementara kita melihat begitu gampangnya orang lain membangun rumah yang megah. Kondisi seperti itu bisa menimbulkan rasa tidak puas dan bersungut-sungut. Lebih parahnya lagi jika kita bersungut-sungut kepada Tuhan karena menganggap Tuhan tidak adil. Lalu kita mulai protes kepada Tuhan: “Mengapa aku yang begitu giat tak kenal waktu dalam pelayanan, kok tidak mendapat berkat yang lebih banyak dibanding mereka yang melayani hanya di sela-sela waktunya yang luang?”.

Saudara terkasih, ketahuilah bahwa Tuhan memiliki keadilan dan kedaulatan yang bebas dan tidak dapat dipengaruhi siapapun. Dalam memncurahkan kasih dan berkat-Nya kepada manusia, Ia memiliki kebebasan dan kedaulatan mutlak. Adil bukan berarti sama rata. Yang perlu kita lakukan adalah mensyukuri setiap berkat yang Tuhan berikan kepada kita.

KEBAHAGIAAN BUKAN DIUKUR OLEH SEBERAPA BANYAK HARTA YANG DIMILIKI, NAMUN LEBIH DITENTUKAN OLEH SEBERAPA BANYAK RASA SYUKUR YANG KITA MILIKI. AMIN. TUHAN MEMBERKATI!

~luk