JERIH PAYAH

Bacaan: AMSAL 14: 23

“Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.”

Saya mempunyai seorang teman kos yang dijuluki “energizer”. Dijuluki demikian karena dia tidak bisa diam dalam waktu yang lama, selalu saja ada yang dikerjakannya. Pernah dalam suatu kesempatan steker saya rusak, sewaktu saya sedang menggulungnya dia berkata, “Aku pengen lhoh belajar betulin itu.” Aku jawab, “Itu kan kerjaan laki-laki.” Dia berkata lagi, “Bukan masalah perkerjaan laki-laki atau perempuan mbak, tapi masalahnya kita tidak bisa selalu tergantung, iya kalau yang diharapkan bisa, kalau tidak?“.

Apa yang dikatakannya memang benar. Sewaktu sore lampu kamar salah satu teman mati. Pengurus kos sudah pulang, kalaupun ada, seperti yang sudah-sudah laporan kerusakan baru ditindaklanjuti beberapa waktu kemudian – itupun setelah kita berkali-kali protes. Akhirnya teman saya si energizer berinisiatif mengganti lampu atas sendiri – dan berhasil. Darinya saya belajar, seringkali kita tidak menyadari bahwa kita memiliki kekuatan atau kemampuan yang kita tidak pernah tahu bahwa kita memilikinya sampai keadaan memaksa kita untuk melakukan itu dan akhirnya kita menyadarinya kalau kita memiliki kemampuan tersebut.

Hikmat Tuhan pada Salomo sungguh luar biasa. Kita dapat banyak belajar di Kitab Amsal, salah satunya di Amsal 14:23 di atas, bahwa setiap jerih kita akan menghasilkan keuntungan, jika belum maka artinya kita belum “payah”. Seperti cerita tentang teman saya di atas, kadang kita tidak pernah tahu seberapa besar kekuatan atau kemampuan kita sampai kita “dipaksa” keadaan dan akhirnya kita tahu bahwa kita bisa dan mampu. Berbahagialah mereka yang tahu kemampuan atau kekuatannya tanpa dipaksa keadaan. Yuk berjerih payah….. Dengan pertolongan Tuhan kita akan dimampukan menjalani kehidupan di akhir 2022 dan menyongsong 2023  yang kata orang akan penuh “tantangan sulit”

           ~CY