JANGANLAH KIRANYA VIRUS KORONA MENYERANG IMAN KITA

Matius 6: 25
“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”.


Berita di berbagai media massa di Indonesia dalam beberapa hari ini dipenuhi dengan segala sesuatu yang menyangkut tentang telah ditemukannya 2 orang di Depok Jawa Barat yang positif terkena virus korona atau Covid 19. Kemudian muncullah berbagai akibat dari pengumuman tersebut, mulai dari kecemasan atau kekuatiran yang luar biasa dari sebagian orang (mudah-mudahan tidak termasuk saya dan saudara), munculnya para spekulan yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, seperti para penjual masker, penjual cairan hand sanitizer seperti dettol, nuvo, antis, klinsen dll, dan sejenisnya. Bahkan mungkin bagi sebagian orang menjadi paranoid (Wikipedia: gangguan mental yang diderita seseorang yang meyakini bahwa orang lain akan membahayakan dirinya), misalnya mereka menjadi ragu untuk berjabat tangan ketika bertemu dengan orang lain, jangan-jangan mereka akan terpapar oleh virus yang dibawa orang lain tersebut, bahkan kemudian muncullah apa yang disebut dengan namaste sebagai pengganti jabat tangan.
Saudara, apakah semua itu akan mengatasi permasalahan menyebarnya virus korona?.
Boleh jadi tidak, dan bahkan akan menimbulkan permasalahan yang baru lagI. Untuk semua kekuatiran itu, Rasul Paulus mengingatkan melalui jemaat Filipi: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4: 6- 7). Bawalah segala permasalahan saudara di dalam doa, niscaya Tuhan akan memberi jalan keluar yang terbaik bagi kita, yang membuat kita terhindar dari segala masalah. Janganlah kiranya karena wabah penyakit korona ini, kita selalu cemas, kuatir, dan seakan-akan tidak ada lagi Tuhan dalam hidup kita. Percayalah bahwa Tuhan senantiasa memberkati dan menyelamatkan kita. YS