HIKMAT

Bacaan: AMSAL 3: 13–14

“Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,  karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.”

Hikmat atau hikmah (Bahasa InggrisWisdom) adalah suatu pengertian dan pemahaman yang dalam mengenai orang, barang, kejadian atau situasi, yang menghasilkan kemampuan untuk menerapkan persepsi, penilaian dan perbuatan sesuai pengertian tersebut. Seringkali membutuhkan penguasaan reaksi emosional seseorang (passions) supaya prinsip, pertimbangan dan pengetahuan universal dapat menentukan tindakan seseorang. Hikmat juga berarti pemahaman akan apa yang benar dikaitkan dengan penilaian optimal terhadap suatu perbuatan. (Wikipedia)

Saat ini melalui firman Tuhan kita kembali diingatkan untuk mempunyai hikmat menyikapi banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Pandemi awal belum berakhir, disusul lagi dengan pandemi gelombang kedua yang membuat kita semakin khawatir dengan kehidupan ke depan. Bagaimana kehidupan ini akan berlangsung dan akan seperti apa kalau keadaan ini akan berlangsung lama. Bahkan mungkin kita akan kembali bernostalgia dengan keadaan yang dulu, kenapa kehidupan yang dulu lebih baik dari saat ini? Kecemasan dan kekhawatiran semakin bertambah dengan berbagai informasi yang berseliweran yang kebenarannya tidak dapat dipertanggung jawabkan, yang terkadang tanpa sadar sebelum kita memfilternya informasi tersebut segera kita bagikan.

Saat ini Pemerintah sedang mengambil langkah strategis dan antisipatif dengan berbagai kebijakannya untuk menekan laju perkembangan pandemi ini. Mari kita semakin berhikmat untuk turut serta ambil bagian dalam usaha ini. Berhikmat dalam tindakan, perbuatan, kata-kata, terus bangkitkan semangat optimisme bahwa ketika kita bersama-sama menghadapi pandemi ini dengan hikmat yang benar dari Tuhan, kita akan melewatinya dengan baik.

Semoga kita semua dalam lindungan Tuhan, berusaha menjadi orang berhikmat yang selalu menebar optimisme hidup. Tuhan berkati. ~SRL