HAK ISTIMEWA ORANG PERCAYA

Bacaan: Kisah Para Rasul 1: 8

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

 Sebelum Yesus naik ke Sorga, Dia menjanjikan Roh Kudus kepada para murid. Jika baptisan Yohanes adalah untuk pengampunan dosa, maka Roh Allah yang berdiam dalam diri orang percaya merupakan tanda bahwa seseorang adalah bagian dari umat Allah. Nabi Yoel telah menubuatkan bahwa datangnya hari Tuhan, pemulihan bagi Israel, akan ditandai dengan pencurahan Roh Kudus bagi semua orang, bukan hanya orang-orang tertentu saja. Tidak heran jika para murid bertanya apakah Yesus akan memulihkan kerajaan Israel segera setelah kebangkitanNya. namun Yesus tidak memberikan jawaban secara gamblang. Dia menjelaskan peran Roh Kudus memberi kuasa bagi para murid untuk menjadi saksiNya sampai ke ujung bumi. Ternyata pemulihan Allah belum final. Dia masih bekerja dan Dia melibatkan kita yang sudah terlebih dulu dipulihkan untuk menjadi alatNya.

Roh Allah sendiri yang berdiam dalam diri para murid akan memampukan mereka memperkatakan kesaksian tersebut kepada orang banyak. Saat ini, kita memang tidak melihat dengan mata kepala sendiri kebangkitan Yesus. Namun bukan berarti kita tidak dapat bersaksi dan mewartakan kabar baik. RohNya juga berdiam di dalam diri setiap kita. Dia akan memampukan dan menolong kita untuk menjadi saksiNya. Roh Allah menginsyafkan manusia akan dosa, memulihkan, menghibur, mengajar, dan memperbarui ciptaan.

Pelayanan kita di gereja, rumah tangga, maupun masyarakat seharusnya selaras dengan karya Roh Kudus tersebut. Dalam persekutuan pribadi dengan Allah, kita mengerti bahwa Dia mendorong kita menyatakan isi hatiNya dan mengaruniakan kemampuan melayani. Dia mengajak kita bekerja bersamaNya.

Sebagai tempat kediaman Roh Kudus kita dipanggil untuk menjadi rekan kerjaNya untuk memulihkan, termasuk dalam bersaksi dan mewartakan kabar baik. Dengan demikian, bersaksi dan mewartakan kabar baik adalah hak istimewa umat Allah untuk terlibat dalam karya penyelamatanNya. Di satu sisi ada kuasa Allah, di sisi lain ada kesediaan menjadi saksi. Yang pertama dijanjikan Yesus kepada setiap muridNya. Yang kedua menuntut tanggapan pribadi kita. Akankah kita berkata “Ya!” pada hak istimewa tersebut? Selamat untuk tetap berkarya, tetap melayani, tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. ~DH