#DI BAHTERA AJA

Bacaan: KEJADIAN 7 & 80

Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham, dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu.” (Kejadian 7: 13)

Bayangkan: Hujan lebat empat puluh hari empat puluh malam!!!

Kita yang baru merasakan hujan 3 jam tanpa berhenti saja sudah gelisah dan langsung bikin status WA “Hujannya pake formalin ya, awet banget.”

Kejadian yang dialami Nabi Nuh waktu itu ada sedikit kemiripan dengan yang kita alami saat ini. Sudah dua bulan ini kita diminta untuk di rumah saja. Dan status Nabi Nuh waktu itu juga: #dibahteraaja. Dan Nabi Nuh bisa dinobatkan sebagai Bapak Rebahan Sedunia.

Bayangkan: kampul-kampul di lautan selama kurang lebih satu tahun, berada di bahtera yang tidak berjendela sehingga tidak bisa melihat ke luar dan memang ini bukan kapal pesiar. Kita masih lebih enak, di rumah saja, tapi bisa nonton drakor sambil menikmati kopi sasetan, bisa bikin Tik-Tok sambil nari-nari, mau makan pun kalau lagi bosan masak tinggal pesan GoFood. Atau bisa juga lihat grup WA PEJ GKJ Pakem yang menawarkan beraneka makanan dan siap diantar sampai rumah.

Bayangkan, Nabi Nuh setelah bikin bahtera yang memakan waktu cukup lama, habis itu harus memasukkan segala binatang yang berpasangan (yang jomblo dilarang masuk). Lha terus pakan untuk binatangnya bagaimana? Mau ngarit berapa truk untuk ngasih makan binatang-binatang itu? Belum lagi kotorannya. Ambune pasti ngaudubilah. Mungkin Nabi Nuh juga pakai masker waktu itu. Terus bagaimana makanan untuk 8 orang yang berada di dalam bahtera itu? Belum lagi kalau Nyonya Nuh suka ngemil. Mau sedia Chiki berapa dus? Mumet kan?

Tetapi Nabi Nuh bisa melewati semua itu sesuai kehendak Tuhan. Dia tahu rencana Tuhan pasti indah. Nabi Nuh sangat percaya akan penyertaan Tuhan. Bahkan Tuhan sendiri yang me-lockdown (menutup) pintu bahtera itu (Kejadian 7: 16). Jadi kurang apalagi kalau sudah dalam lindungan Tuhan? Tinggal menjalani dengan tetap beriman dan bersabar. Lalu ada saatnya Tuhan berfirman kepada Nuh, “Keluarlah dari bahtera itu.” (Kejadian 8: 16)

Seperti juga dengan Nuh, Tuhan juga selalu menyertai dan melindungi kita. Tuhan akan menjaga kita seperti biji mata-Nya (Ulangan 32: 10). Betapa berharganya kita bagi Tuhan. Dan ada saatnya Tuhan memberi pelangi kasihNya kepada kita. Amin. ~EPM