DAWAI CINTA DI LERENG MERAPI

Edisi: Stay at Home

“Cinta-Nya menjadi kekuatanku”
Secuil rasa menuliskan narasi-Nya.

Ya… ini adalah Minggu Paska ke-5 atau memasuki 2 bulan kami tidak berjumpa dalam ibadah bersama di gereja. Gereja kami adalah gereja yang bersahaja, berada di Lereng Gunung Merapi. Hidup dan bersahabat dengan Gunung Merapi adalah pilihan yang harus kami jalani dengan tulus hati. Pernah kala itu… terpisah dalam waktu yang cukup lama antara 1 – 2 bulan saat kedahsyatan Merapi menyapa daerah kami.

Terpencar… dan saling merindu…
Saat itu kami lalu saling mencari dan menemukan, untuk memeluk dan menumpahkan galau hati… Kami saling berjabat dan menggenggam erat tangan satu dengan yang lain.

Kini…. Saat itu seolah tertoreh lagi…
Kerinduan berjumpa… terpisah oleh jarak dan waktu. Ruang gerak kami sangat terbatas. Rindu kami demikian dalam.

Namun, kami yakin tangan kasih dan kuasaNya selalu menjangkau. Lewat dunia maya kami bersapa, mengobati rindu dan sapa yang hangat. Walau raga terpisah jarak, jiwa dan hati kami lekat dan dekat, tak terpisah oleh situasi. Duka ini ingin kami ubah dengan sukacita dan cinta untuk saling menguatkan, untuk saling merasakan betapa indahnya bersama dalam persekutuanMu.

Kami, jemaat GKJ Pakem ada dalam ikatan cintaMu. Tetap menyatu dalam rasa dan hati yang penuh cintaMu. Kami ada dalam dekap hangatMu. Kami… saling mencintai.

Salam,
Ruang tanpa batas
Kaliurang – Pakem
E’ Widiastuti