BU TEJO

LUKAS 24: 18

“Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”

 

Membayangkan Bu Tejo dan rombongan ibu-ibu melakukan perjalanan tilik ke Emaus memakai jasa angkutan truknya Gotrek, dan Tuhan Yesus ikut dalam truk itu. Seperti bertanya kepada Kleopas, Yesus bertanya kepada rombongan itu, “Apa yang sedang kalian bicarakan?”. Tentu saja pertanyaan itu akan jadi pemantik bagi Bu Tejo yang solutip itu untuk membuatnya “berkobar-kobar” dan sudah pasti langsung ngecuprus, tanpa tedheng aling-aling. Padahal dalam konteks perjalanan ke Emaus itu yang dirasani ada di situ yaitu Tuhan Yesus sendiri.

Bulan Agustus kemarin ada sebuah film pendek yang viral berjudul “Tilik”. Film itu mengisahkan ibu-ibu bergosip sepanjang perjalanan ketika hendak tilik Bu Lurah. Orang bilang gosip itu digosok makin sip. Dalam Amsal 18: 8 (BIS) dikatakan: “Fitnah itu enak rasanya, orang suka menelannya”. Mungkin yang digosipkan itu memang fakta adanya, tetapi hampir selalu tujuannya negatif dan tujuan negatif itulah yang penting dalam bergosip. Menceritakan kejelekan orang lain dengan tujuan supaya diri sendiri terlihat lebih baik.

Dalam Amsal 16: 28 dikatakan, “Orang yang tidak jujur menyebarkan pertengkaran, dan penggunjing memisahkan sahabat karib”. Jadi gosip itu sangat berbahaya. Saringlah sebelum sharing. Apakah itu ada manfaatnya? Dan seperti dalam permainan “Pesan Berantai”, bisa jadi kita bercerita “telo”, sampai ke Bu Tejo sudah jadi “kolak”.

Itulah gambaran dalam masyarakat umum. Masyarakat umum lho yaa ini, bukan jemaat gereja, apalagi jemaat gereja di sini. Ndak ada yang seperti itu. Blas ndak ada.

Sampun…. Diamini aja, nggih? Amin…. ~EPM