BERJUANG MEWUJUDKAN IMAN MENJADI KENYATAAN

Bacaan: MARKUS 7: 24 – 30

“Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.” (Markus 7:30)

Minggu ini kita mau belajar tentang perjuangan iman seorang wanita dari Siro Fenesia. Ia memiliki seorang anak perempuan yang kerasukan roh jahat. Tentu sebagai seorang ibu yang sangat mencintai anaknya tidak akan tega melihatnya dalam kondisi kerasukan roh jahat dan berperilaku aneh serta di luar akal pikiran yang sehat. Perjuangan ibu itu akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Anak perempuannya sembuh oleh karena pertolongan dan kuasa Tuhan Yesus.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Inilah yang dilakukan oleh ibu dari Siro Fenesia:

  1. Datang kepada Tuhan Yesus (ayat 25). Banyak orang ketika mengalami pergumulan justru datang kepada orang yang dianggap pintar, punya pengaruh, punya keahlian dan ampuh. Tuhan dijadikan alternatif terakhir saat semua tidak bisa memberikan pertolongan. Tapi perempuan itu datang kepada Tuhan Yesus.
  2. Rendah hati (tersungkur di kaki Yesus – ayat 25). Kerendahan hati diperlukan untuk menggerakkan hati Tuhan.
  3. Memohon pertolongan kepada Tuhan Yesus (ayat 26). Secara terbuka dan tidak malu untuk mengatakan pergumulan yang dialami dan mohon pertolongan agar dilepaskan dari penderitaan.
  4. Memiliki iman tanpa keraguan bahwa Tuhan Yesus berkuasa melakukan segala perkara (ayat 28-29).

Maka dampak dari perjuangan keras seorang perempuan Siro Fenesia tersebut, terjadilah apa yang ia harapkan yaitu pelepasan dari kuasa roh jahat bagi anaknya.

Saudaraku terkasih, kita semua pasti memiliki pergumulan dan berharap Tuhan memberikan pertolongan. Teruslah berjuang mewujudkan iman kita menjadi kenyataan. Amin, Tuhan Yesus memberkati.

~Lukas Istiad