BAHAYA KEKHAWATIRAN

Bacaan: MATIUS 6: 27

“Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambah sehasta saja pada jalan hidupnya?”

Belum lama ini saya bertemu teman lama. Saya hampir tidak mengenalinya. Wajahnya sangat berubah, terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Kami bercakap-cakap tentang banyak hal. Ketika saya bertanya mengapa ia tampak kurus dan tua padahal saya dua tahun lebih tua darinya, ia menceriterakan banyak masalah. Dari perbincangan yang cukup panjang, saya mendapat satu kesimpulan, ia  selalu mengkhawatirkan masa depan. Masa depan keluarga, suaminya, putra-putranya, dan sebagainya. Hal itu terus mengganggu pikirannya dan akhirnya bermuara pada penampilan fisiknya terlihat kurus dan tua.

Yesus adalah Allah yang memahami kebutuhan manusia secara utuh. Matius 5: 7 dimasukkan di bawah judul Kotbah di Bukit. Banyak orang berpikir jika Yesus berkotbah tentu yang dibicarakannya masalah sorga. Namun kotbah di bukit menyadarkan kita bahwa Yesus pun memahami persoalan yang erat dengan hidup manusia yaitu kekhawatiran.

Sepintas kekhawatiran merupakan hal lazim karena semua orang mengalaminya. Namun Yesus berkata ada bahaya besar di balik kekhawatiran. Matius 6: 27 menjelaskan bahwa kekhawatiran tidak dapat menambah sehasta pada jalan hidup manusia. Dengan kata lain, kekhawatiran memperpendek usia manusia. Secara medis hal ini dapat dijelaskan. Ada sejenis hormon dalam tubuh kita yang tidak dapat bekerja apabila seseorang tidak tenang. Semakin lama tidak tenang, semakin lama khawatir, maka semakin lama pula hormon itu tidak bekerja. Akibatnya, kesehatan pun memburuk. Ingin sehat, buanglah kekhawatiran.

Saudara yang terkasih, percayalah, Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian. Serahkanlah kekhawatiranmu pada-Nya. Tuhan tidak pernah terlambat untuk menolong. Kekhawatiran menimbulkan masalah, sukacita membawa berkat. Tuhan Yesus memberkati. Amin.                                                                      ~DH