ALLAH PENYEMBUH

Bacaan: MAZMUR 147:

Mazmur 147 ini merupakan Mazmur pujian yang ditulis saat bangsa Israel setelah kembali dari pembuangan di Babel. Di sini terlihat betapa pemazmur sangat menyadari bahwa pemulihan, pertolongan dan penyembuhan yang terjadi atas bangsanya itu hanya oleh karena kemurahan dan belas kasih Tuhan semata.

Kita dapat membayangkan betapa menderitanya bangsa Israel ketika dalam masa pembuangan di Babel. Yerusalem porak poranda, mereka tercerai berai, mereka patah hati dan terluka batinnya atas apa yang menimpanya, ditindas, dan dirampas hak dan kemerdekaannya. Semuanya ini menggambarkan betapa tidak berdayanya bangsa Israel pada waktu itu dan atas kemurahan Tuhan sematalah mereka di pulihkan dan disembuhkan.

Dalam pujian ini Tuhan digambarkan sebagai Allah yang membangun kembali Yerusalem, mengumpulkan yang tercerai berai, menyembuhkan orang-orang yang patah hati, membalut luka-luka mereka, dan menegakkan kembali mereka yang tertindas. Ini gambaran pekerjaan besar Tuhan yang dilakukan untuk umat yang dikasihinya.

Dalam bulan keluarga ini, bacaan ini juga tetap relevan bagi kita saat ini. Tema besar bulan keluarga, Tuhan pulihkan keluargaku, mengingatkan, kita mungkin dalam situasi yang sama seperti yang sedang dialami bangsa Israel saat itu. Pandemi yang berkepanjangan dan situasi Sulit yang menghimpit mungkin telah menyebabkan robohnya perekonomian keluarga, ketidakharmonisan keluarga, patah hati dan luka batin dan akhirnya kita merasa tertindas oleh keadaan yang tidak menguntungkan.

Dapatkah kita mencari jalan keluar atas semua masalah yang kita hadapi dengan kemampuan kita tanpa campur tangan Tuhan? Seperti gambaran bangsa Israel yang tak berdaya akibat masalah yang sangat berat yang dihadapinya, begitu juga keadaan kita. Jalan satu-satunya hanyalah datang merendahkan diri dan berserah kepada Tuhan dan memohon kemurahan dan belas kasihNya. Maka Allah sang Penyembuh itu Jehova Rapha (baca: raw-faw) Dia yang akan kembali membangun keluarga kita, memulihkan ekonomi keluarga, mengumpulkan yang tercerai berai, menyembuhkan orang yang patah hati dan membalut luka luka batinnya (dalam bahasa aslinya membalut ‘chabash’ diterjemahkan tidak sebatas membalut tetapi sekaligus menggendong sisakit) bahkan Tuhan akan menegakkan kembali keadaan kita dari keadaan terpuruk sekalipun.

Maka marilah terus memohon kepada Tuhan untuk berbelas kasih memulihkan keluarga kita, pemulihan keluarga akan memulihkan masyarakat, gereja dan bangsa ini,seraya terus bermazmur bagi Allah yang baik atas segala kemurahan dan semua pekerjaannya yang ajaib dalam hidup kita. Selamat menjalani bulan keluarga, Tuhan memberkati.

~SRL