5M, 3M, 1M atau 1T

Bacaan: YESAYA 56: 1

 “Beginilah firman TUHAN:  taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan.”

Saat masa pandemi sekarang ini kita akrab dengan yang namanya anjuran 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak). Ada yang menambah jadi 5M dengan tambahan menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Ada juga yang menambah dengan 1M yaitu “manut” atau “menurut”, karena tanpa menurut sepertinya akan sulit untuk 5M dan 3M dilaksanakan. Namun sebenarnya 1M akan lebih tepat jika kita ganti dengan istilah 1T yaitu “Taat”.

Taat itu berbeda dengan menurut. Jika menurut, maka seseorang cenderung hanya melaksanakan perintah. Tetapi taat itu disertai dengan kesadaran pemahaman mengapa ia harus taat. Maka kehidupan yang taat kepada Tuhan dilakukan dengan penuh kesadaran untuk memahami bahwa Allah senantiasa punya rancangan yang terbaik dalam kehidupan manusia, yaitu rancangan keadilan dan keselamatan.

Terkadang muncul persoalan tentang ketaatan. Banyak orang taat pada aturan, tetapi dengan motivasi yang keliru. Misalnya pada masa pandemi ini, taat memakai makai masker, taat menjaga jarak, taat mencuci tangan, taat menghindari kerumunan, membatasi mobilitas hanya karena alasan terhindar dari penertiban Satpol PP atau sekadar menjalankan kewajiban suatu aturan. Hal ini dilakukan bukan karena kesadaran tentang kesehatan diri sendiri dan orang lain dalam rangka melawan pandemi. Demikian juga dalam kekristenan kita, ketika taat mengerjakan firman Allah, misalnya taat untuk mengasihi sesama supaya dikasihi juga (bukan karena kesadaran bahwa mengasihi itu adalah kasih yang tak bersyarat, bukan mengharapkan supaya dikasihi orang lain).

Jika ketaatan akan berbuahkan keadilan dan keselamatan, maka perilaku taat hukum di bumi dan taat perintah Tuhan perlu dilakukan dengan motivasi yang tepat pula. Keadilan dan keselamatan atas manusia, seluruhnya berasal dari kebaikan dan kemurahan Tuhan. Maka ketika manusia taat pada hukum dan berlaku adil bagi sesama dengan motivasi bahwa semua itu dilakukan seperti untuk Tuhan, maka kekuatan manakah di dunia ini yang sanggup mencelakakan umatNya?

TAAT KEPADA ALLAH DAN BERLAKU ADIL BAGI SESAMA
AKAN MELESTARIKAN KESELAMATAN

~AI